PERJANJIAN CINTA
Kejadian malam itu masih tidak dapat Revan percaya, minuman memabukkan yang dia tenggak telah membuatnya tidak sadarkan diri, hingga melakukan hubungan yang sebelumnya tidak pernah diinginkan sama sekali. Bagi pria pemilik hidung bangir tersebut, semua itu terjadi karena unsur ketidaksengajaan.
Revan masih sangat ingat awal dari kenapa dirinya harus berada di bar malam itu. Dia tidak terima kalau Lani, sang mantan kekasih benar-benar telah jatuh ke dalam pelukan laki-laki lain hingga mengandung. Dirinya merasa tidak memiliki harapan lagi yang dapat dia pertahankan untuk memperjuangkan wanita tersebut.
Kini, Revan hanya ingin mencoba untuk melupakan wanita yang dulu selalu mengisi hari-harinya. Cinta mereka tidak dapat bersatu karena takdir tidak mempertemukannya dalam ikatan yang sakral. Kini, Lani sudah hidup bahagia bersama laki-laki pilihannya.
Bayangan Lani kembali memasuki pikiran Revan saat mereka masih berstatus sebagai sepasang kekasih. Hubungan kala itu masih sangat harmonis dan penuh dengan kebahagiaan dan keromantisan. Dua insan yang sedang dimabuk asmara merasakan kesenangan yang sangat luar biasa.
“Kamu janji nggak akan pernah ninggalin aku, ya, Sayang,” pinta Revan saat itu kepada Lani.
“Iya, Sayang. Bagiku, kamu adalah calon suami terbaik yang harus aku pertahankan.” Jawaban Lani membuat Revan sangat bahagia.
“Aku ingin kamu menjadi ibu dari anak-anakku.” Revan mendaratkan sentuhan di dahi Lani.
Namun, hubungan mereka kala itu sama sekali tidak diketahui oleh keluarga Revan, karena saat itu dia sudah resmi bertunangan dengan Ratu, wanita yang tidak dia cintai.
Harapan Revan tidak sesuai dengan kenyataan, karena kebenaran yang dia hadapi saat ini adalah, bahwa dirinya sudah resmi menjadi suami dari wanita yang tidak pernah diharapkan. Hubungan masa lalu bersama perempuan yang sangat dia cintai, hanya akan menjadi kenangan yang akan dia lupakan dari bayangan dan pikiran.
“Maaf, Mas … aku boleh minta waktunya sebentar?” tanya Ratu mengagetkan Revan dari lamunannya tentang Lani.
Laki-laki pemilik kumis tipis itu sedang asyik menikmati waktu santainya di kursi taman belakang rumah. Dia terkejut karena tiba-tiba mendengar suara wanita yang telah mendampingi hidupnya saat ini. Ratu dengan wajah menunduk sekarang berdiri di depan sang suami.
“Mau ngapain?” tanya Revan dengan nada datar.
Semenjak kejadian malam itu, Revan tidak mengerti kenapa dirinya tidak mampu lagi bersikap kasar kepada wanita yang berstatus sebagai istrinya. Dia sangat bingung dengan hati dan perasaannya untuk menghadapi Ratu.
“Aku boleh duduk, Mas?” tanya Ratu kepada suaminya.
“Duduk aja.”
“Terima kasih.” Ratu akhirnya duduk di atas kursi yang ada di depan Revan.
“Mau ngomong apa?” tanya Revan kepada sang istri.
“Ini, Mas … aku ada tugas dari kampus, dalam tugas tersebut terdiri dari tiga orang. Intinya berkelompok gitu ….” Ratu menjeda kalimatnya.
“Terus?” tanya Revan masih dengan suara datar.
“Selama dua malam aku nggak tidur di rumah tapi nginap di rumah Cinta.”
“Gitu aja.” Jawaban Revan sangat santai.
“Iya, Mas. Kamu ngizinin?”
“Pergi aja. Nggak masalah.”
“Terima kasih, Mas.” Wanita tersebut sangat bahagia mendapatkan izin dari suaminya. Dia merasakan adanya perubahan akhir-akhir ini pada laki-laki tampan itu. Ratu terlihat sangat bahagia.
❤❤❤❤❤❤
Dua bulan berlalu setelah kejadian malam tersebut, di mana Revan telah memadu kasih bersama pendamping hidup yang tidak dia cintai. Seperti biasa setiap pagi, Ratu kembali melakukan tugas sebagai istri untuk mempersiapkan sarapan sang suami yang dia hormati.
Sebenarnya beberapa hari ini Ratu merasakan keanehan pada tubuhnya. Sering merasa lemas, mudah lelah, dan kadang mual sesekali. Ratu berpikir kalau gejala itu karena masuk angin, di mana dirinya terlalu sibuk mengerjakan tugas kuliah yang semakin menumpuk hingga larut malam.
Ueeek … ueeek ….
Ratu tiba-tiba mual setelah menyantap sarapan yang baru masuk dua sendok. Dia sungguh tidak mengerti rasa itu tiba-tiba datang lagi saat sedang berada di meja makan. Dirinya tidak ingin mengganggu suami yang sedang menikmati sarapan.
“Kamu kenapa?” tanya Revan lalu menghentikan sarapannya.
“Aku nggak tahu, Mas. Maafin aku karena mengganggu sarapan kamu. Aku ke belakang aja, kamu lanjutin sarapannya.” Ratu segera beranjak dan pergi meninggalkan Revan di meja makan.
Revan sangat heran melihat yang terjadi pada istrinya. Walaupun dia tidak mencintai Ratu, tapi dia tetap memperhatikan perubahan yang ada pada wanita berparas cantik itu. Revan merasa bahwa akhir-akhir ini sang istri terlihat lemah juga pucat.
Dia tetap tidak bisa membiarkan istrinya, yang masih terdengar dengan suara mual dari arah dapur. Tanpa pikir panjang, Revan segera menghampiri Ratu dan berusaha ingin tahu apa yang terjadi pada wanita berhati lembut tersebut. Tidak mengerti apa yang merasuki dirinya, dengan sadar membawakan air hangat untuk sang istri.
“Masih mual banget?” Ratu terkejut mendengar suara Revan.
“Iya, Mas.”
“Minum air hangat dulu, nih.” Revan menyodorkan gelas berisi air hangat kepada sang istri.
“Terima kasih, Mas.” Ratu menerima gelas tersebut dari genggaman sang suami lalu meminum air yang ada di dalamnya.
“Duduk dulu, ya. Kamu pucat banget, tuh.” Revan memapah sang istri kembali ke ruang makan.
Ratu merasa sangat bahagia melihat perubahan yang dia lihat pada suaminya, wanita itu terharu menyaksikan keajaiban yang terjadi pada hubungan mereka. Ratu ingin mengatakan pada dunia bahwa saat ini dirinya adalah wanita yang paling beruntung.
“Gimana perasaan kamu setelah minum air hangat?” tanya Revan setelah mereka kembali duduk.
“Agak mendingan, Mas,” jawab Ratu dengan senyuman.
“Syukur, deh.”
“Terima kasih, ya, Mas.”
“Untuk apa?”
“Karena kamu peduli padaku.”
“Jangan baper dulu, itu hanya sebagai rasa kemanusiaan.” Revan berusaha meyakinkan Ratu atas apa yang dia lakukan.
“Nggak apa-apa, Mas. Aku tetap bahagia.”
“Ya, udah. Aku berangkat ke kantor dulu, kalau ada apa-apa langsung telepon, ya.”
“Iya, Mas.” Ratu meraih tangan Revan. “Aku boleh cium tangan kamu?” tanya Ratu penuh harap. Dia melihat anggukan suaminya.
Kebahagiaan Ratu saat ini tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata. Ini kedua kalinya dia berhasil mencium punggung tangan sang suami, setelah akad nikah beberapa bulan yang lalu. Baginya ini merupakan suatu keajaiban yang sangat luar biasa.
“Terima kasih, Mas,” ucap Ratu setelah mencium punggung tangan Revan.
“Aku berangkat, ya.” Revan melangkah dan meninggalkan sang istri yang masih duduk di ruang makan.
Ratu tidak berhenti memandangi punggung dan langkah sang suami hingga tidak terlihat lagi. Dia masih merasa bahwa ini benar-benar terjadi pada dirinya kini. Laki-laki yang dulu selalu berbuat kasar dan menyalahkan dia, sekarang berubah mejadi seseorang yang sangat lembut, peduli, dan juga perhatian.
Ternyata harapan untuk mendapatkan kasih sayang dari Revan sudah mulai dia rasakan sekarang. Ratu semakin yakin dengan adanya keajaiban. Wanita itu berharap agar pernikahan mereka tetap langgeng tanpa adanya sebuah persyaratan.
Sementara itu, Revan yang saat ini sudah berada di kantor merasa heran dengan perubahan sikapnya kepada sang istri. Dia tidak mampu berbuat kasar lagi kepada wanita yang telah menjalani hidup bersamanya. Justru sekarang dirinya sudah menunjukkan rasa peduli dan perhatian kepada Ratu.
Revan sangat bingung dengan apa yang terjadi pada hati dan perasaannya. Dia berpikir kenapa sekarang dia berusaha memperhatikan wanita yang tidak pernah dia cintai? Perempuan yang sudah membatalkan rencananya untuk menikahi Lani, sang mantan kekasih.
“Van ….” Suara Pak Wijaya mengagetkan dirinya.
“Papi ….” Revan tidak menyadari kehadiran sang ayah di ruangannya.
“Dari tadi Papi ketuk pintu tapi nggak ada jawaban, Papi langsung masuk aja. Ternyata lagi ngelamun.”
“Papi bikin kaget aja.” Revan memegang dadanya.
“Ngelamunin apaan, sih, pagi-pagi?”
“Revan nggak ngelamun, kok, Pih.” Revan mencoba mengelak tebakan ayahnya.
“Mukanya langsung merah, tuh. Kayak orang lagi jatuh cinta aja.”
Ucapan sang ayah membuat Revan berpikir, kenapa dirinya dituduh seperti orang yang sedang jatuh cinta? Laki-laki itu merasa yakin bahwa dia tidak akan mungkin jatuh cinta kepada wanita lain. Baginya, hanya Lani yang mampu menggetarkan jiwa dan perasaannya.
=============
Terima kasih Admin dan Moderator.

Belum ada Komentar untuk "PERJANJIAN CINTA"
Posting Komentar