Penghianatan suamiku

Ku tepikan mobil yang sedang ku kendarai ada rasa sesak di dada setelah menyadari bahwa aku benar-benar berpisah dengan Anita.


Andai saja waktu itu aku tidak bermain api maka semua ini tidak akan terjadi, Dahlia tega sekali ia membohongiku.


Tanpa ku sadari air mata dengan lancang mengalir begitu saja, aku menangis aku tak peduli lagi kalau ada yang melihat dan mengatakan aku laki-laki lemah dan cengeng.


Aku tersentak ketika ponsel yang di saku celanaku berbunyi ku seka air mata dan ku lihat siapa yang menelfon ternyata Dahlia seketika otakku terasa mendidih.


"Mas kamu dimana cepat pulang" 


"Iya tunggu, sebentar lagi aku pulang"

Tut..tut..tut begitulah Dahlia jika aku berada di luar rumah ia akan selalu menghubungiku dan menyuruh ku untuk cepat pulang.


Setibanya di rumah aku mencari Dahlia kemana wanita gempal itu kok tidak ada, ku panggil-panggil ia tapi, tak ada sahutan mungkin ia keluar menagih karena Dahlia memiliki beberapa unit kos-kosan.


"Eh...mas sudah pulang, kok lama banget parginya"

Segera ku tarik ia aku ingin penjelasannya kenapa ia membohongiku.


"Kenapa kamu membohongi mas" terlihat ia bingung dengan pertanyaanku.


"Bohong.....kapan aku membohongi mu?"


"kamu berbohong tentang persidangan itu jika aku tidak hadir maka sidang akan batal, lihat ini surat cerai ini sudah keluar dan mas benar-benar sudah bercerai dengan Anita" ia nampak sumringa ketika mengetahui hal itu.


"Bagus dong kalau kalian sudah pisah artinya mas hanya milikku".


"Jadi kamu sengaja membohongi aku"


"Iyalah mas fikir apa? huuuu...sudahlah tak perlu mas marah-marah seperti ini toh kalaupun mas memukulku itu tidak akan mengubah apa-apa"

Lalu ia masuk kamar meninggalkanku begitu saja dengan rasa sesal.


Ternyata Dahlia tidak sebaik yang ku kira aku hanya bisa menyesali semuanya dia memang benar mau aku marah sampai jungkir balikpun semua tetap sama kenyataannya aku telah berpisah dengan Anita.


"Ayah galih berangkat dulu ya, ke rumah mama baik-baik di rumah galih tidak lama kok mungkin cuman 3 hari" suara galih yang ingin pamit membuyarkan lamunanku setelah menyalamiku ia segera berlalu.


Ya sekarang aku tinggal bersama galih, lebih tepatnya  menumpang di rumah Anita itupun atas permintaan galih ia ingin agar aku menemaninya dirumah ini agar ada yang menemaninya mengelola bengkel yang ia bangun setelah lulus dari SMK 4 tahun yang lalu. Ia tidak ingin kuliah dia memilih membuka bengkel sesuai dengan keahliannya.


*****


3 Tahun setelah perceraianku dengan Anita usaha rumah makan yang ku kelola mengalami penyusutan itu disebabkan oleh pesaing yang juga membuka rumah makan tepat bersebrangan dengan rumah makanku bukan hanya satu tapi, dua-duanya bahkan yang lebih parah aku harus menjual rumah makan tersebut untuk menutupi utang-utang yang ku pake untuk memodali usahaku agar bangun kembali tapi, ternyata tak sesuai harapanku.


"Dahlia jangan tanya kemana wanita itu ia meninggalkanku setelah usahaku berada di titik terendah, yang ku tau ia pulang ke rumah orang tuanya setelah kos-kosan yang ia miliki telah lenyap karena sebuah insiden kebakaran yang disebabkan oleh kelalaian anak kosnya yang lupa mencabut cok rise cooker  yang kosong sebelum pulang ke kampung halamannya alhasil semuanya terbakar yang hanya meninggalkan puing-puingnya untungnya tidak ada korban jiwa saat itu.


Sejak itu Dahlia selalu saja uring-uringan tidak jelas, terlebih saat ia meminta uang dan aku tidak bisa lagi menuruni keinginannya untuk selalu belanja serta  makan-makanan enak. Untuk bisa menyambung hidup aku terpaksa berjualan gorengan  lagi seperti dulu saat aku dan Anita masih bersama.


Dahlia sangat berbeda dengan Anita,

Ia tidak mau membantuku untuk berjualan ia hanya bersantai di rumah kalau dulu Anita akan berusaha untuk bisa membantuku walaupun sambil menggendong Galih ia tidak perna mengeluh berbeda dengan Dahlia padahal kami tidak memiliki anak.


Karena  sudah tidak tahan akhirnya Dahlia pergi. Sejak saat itulah aku menumpang hidup bersama Galih dan atas belas kasihan Anita akhirnya aku bisa tinggal dirumah ini lagi.


Anita wanita itu sekarang sangat cantik, ia menikah setahun setelah kami berpisah ia menikah dengan seorang supir truk, yang ku tau dia duda tanpa anak yang di tinggal meninggal oleh istrinya saat akan melahirkan anak pertamannya.


Mungkin ini sebuah karma karena telah menyia-nyiakan wanita yang sangat baik seperti Anita yang mau berjuang bersama dari nol hingga aku berada di puncak keberhasilan, tapi karena kebodohanku aku harus kehilangan dia.


Sekarang aku hanyalah benalu yang menumpang hidup kepada Anakku Galih aku bersyukur ia masih mau menerimaku setelah semua yang kulakukan kepada dia ibu serta adiknya.


Sungguh jika waktu bisa di ulang kembali aku takan perna melakukan kesalahan ini, tapi semua telah berlalu inilah aku sekarang yang hidup dalam sebuah kubangan penyesalan.


Tamat


#Terimah_kasih😇😇😇

untuk yang minta pov Dahlia maaf saya tidak bisa buat karena saya tidak tahu bagaimana kehidupan dia sekarang berbeda dengan mas Dika yang sampai sekarang masih tinggal bersama anaknya yang pertama Galih, sedangkan Anita sekarang hidup dengan nyaman bersama suami keduanya dan tinggalnya sekarang di kecamatan yang berbeda dia hanya datang sesekali untuk menjenguk ibu dan saudara-saudaranya.

Belum ada Komentar untuk "Penghianatan suamiku"

Posting Komentar